Sabtu, 17 Agustus 2013

Craig Nicholls: Biodata, Trivia dan Kutipan

Seperti yang kalian tahu, Craig Nicholls adalah frontman dari band The Vines asal Australia. Nah, dibawah ini ada beberapa trivia juga kutipan- kutipan yang doi ucapin sendiri waktu wawancara. Cap cap dicek!

Biodata singkat
Nama: Craig Robert Nicholls
TTL: Sidney, 31 Agustus 1977
Tinggi badan: 175 cm

Trivia
Ayahnya adalah seorang akuntan.
Ayahnya dulu punya band yang namanya The Vynes.
Bandnya, The Vines, adalah band Australia pertama yang dianugerahi menjadi cover majalah Rolling Stone dalam 20 tahun.
Menderita sindrom asperger, semacam gangguan neurobiologist, autisme ringan.
Band favoritnya: Muse, Nirvana, Blur, Swervedriver, Pete Yorn, Depeche Mode, Supergrass, The Beatles, Suede and The Kinks.
Doi enggak mainan komputer.

Personal Quotes/ Kutipan- kutipan pribadi

"Kupikir aku seorang penerbang yang hebat, soalnya aku enggak pernah naik pesawat yang oleng!"

"Kupikir sebaiknya tetap berdiri dengan kaki menyentuh lantai daripada kaki di atas, karena seharusnya kepalamu yang ada di atas."

"Di dunia sinting, orang sinting adalah orang yang waras."

Tentang konsistensi:
Ketika ditanya tentang konsistensinya di atas panggung: "Jika kamu mau konsistensi, dengarkan musik di jukebox."

Ketika ditanya dia merokok ganja: "Aku tidak mengerti bagaimana orang- orang dapat merokok setiap hari dan masih memiliki kewarasan. Hampir kudapati itu sangat mengganggu."

- Syukurlah sekarang udah enggak makan daun lagi karena alasan medis :) \(^0^)/ yeyy ! !

Serius enggak serius:
"Aku adalah orang yang tidak bisa berhenti untuk berbohong. Aku pun tidak mengenali diriku sendiri kalau sedang berbohong, sangat membingungkan."

"Aku dapat menjadi orang yang baik, juga menjadi orang yang benar- benar jahat."

"Lagu- lagu tentang mentari… dan ada satu tentang hujan… Kita ingin membuatnya sesederhana mungkin- kita enggak pinter- pinter amat!"

Waktu ditanya apa yang dia inginkan pada nisannya: “ Craig Nicholls adalah orang yang tidak bisa berhenti untuk berbohong. Aku tak percaya semua orang menanggapi secara serius pada apa yang dia katakan. Dan mesti ada patung Dave Gahan tanpa baju disana, tertulis sleep in peace, my dark angel.”

"Cinta. Sulit. Begitulah mengapa aku mendengarkan musik."

"Kupikir cover album Highly Evolved adalah sebuah dunia mistik fantasi yang pernah kubuat."

"Musik adalah sihir. Obat favoritku: musik dapat sangat mempengaruhi mental dan fisikku dengan cepat."

"Mungkin aku berteriak kegilaan, selebihnya tidak membuatku capek."

"Beberapa orang pikir aku membosankan. Beberapa orang pikir aku… menyenangkan. Beberapa orang pikir aku menyedihkan. Kupikir aku ada ditengah- tengah. Aku benar- benar tidak mengerti. Aku tak pernah benar- benar memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangku."

Waktu mau promo album Melodia:
"Tak pernah kubayangkan band ini akan berakhir. Semua itu masa lalu. Sungguh, kami menganggap itu masa lalu. Baik dan yang kurang baik. Sangat lucu bagiku kalau kamu peduli."

"Maaf kalau aku bersumpah, dan demi segalanya.. Kupikir itu membuatku kuat."

"Masih kurasa kalau orang- orang tak menanggapi kami secara serius karena aku punya sisi jiwa kebadutan. Memaksaku menyentuh momen- momen yang paling penting."

Untuk saat ini itulah yang dapat saya posting tentang Craig Nicholls.Untuk mempermudah saya translate sendiri, kurang- lebihnya itu yang bisa saya tangkap. Terimakasih. Have a fun time!

Senin, 29 Juli 2013

Ultraviolet- Metamorphic Version


Malam hari adalah waktu yang sangat panjang. Cahaya lampu berkerlap- kerlip disekitar jalanan. Keramaian kota kian menyepi. Setelah senja menggeser matahari, dunia menjadi milikku dan kegelapan tengah malam pun mengakui kekuatanku.
Kulihat satu lagi sebuah zaman baru dengan modernisasi sebagai misinya. Kurasakan kota tua sebagai persembunyianku ini semakin dipenuhi kejayaan peradaban maju. Walaupun kudapati diriku hanya dapat berjalan di kegelapan, setiap perubahan itu nyata adanya.
Pagi hari adalah gerbang sebuah dunia yang menajubkan dengan keajaiban dimana- mana. Matahari di langit membuat separuh hari secerah suasana yang dipancarkannya. Keberadaanku berada di bayang- bayang gelap. Cahaya belum menemukanku disini.
Kutunggu satu hal terjadi sebelum membaringkan diriku sejenak. Sebuah jendela dengan gorden berwarna gelap yang menutupi, menjadi celahku untuk menantinya, menengok ke sebuah kolam air mancur di tengah kota yang dapat menggiurkan banyak orang yang kehausan. Disanalah dia berkilauan di bawah spektrum- spektrum cahaya yang dapat membunuhku.
Seorang gadis, tampaknya tak begitu istimewa dan sering diabaikan keberadaannya, berdiri dengan membawa sekeranjang penuh mawar. Hingga matahari meninggi, orang- orang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, gadis itu belum beranjak dari sana. Satu atau dua orang sesekali mendekatinya dan dia memberikan bunganya. Tetapi keranjangnya masih terlihat penuh. Lalu entah apa yang terjadi sementara mentari memaksaku untuk bersembunyi dalam bayangan kembali.
Sudah lama kuperhatikan dirinya. Ada detakan lemah melesat dengan kecepatan cahaya saat kucoba menghela napas seperti yang dapat kulakukan pada ratusan tahun sebelumnya. Mungkin hanya seorang gadis penjual bunga yang selalu diabaikan dan tak pernah dipedulikan oleh hampir seisi kota ini. Tetapi ini adalah perasaan klasik seperti saat aku menantikan kekasihku, seorang gadis bangsawan nan cantik pada masaku. Terbesit dalam benakku masalah tentang reinkarnasi. Sangat aneh, namun populasi di dunia ini malah semakin bertambah.
Pernah pula ingin memangsanya. Namun rasa tak rela itu mampu melebihi kekuatanku. Aku menjadi semakin peduli dan terobsesi padanya. Hingga suatu malam kuabaikan pembatas- pembatas antara kehidupanku dan kehidupannya. Kudekati dia..
Gadis itu membalikkan badannya kearahku. Kami sama- sama terkejut! Tapi tak berapa lama dia tersenyum padaku. Lalu kupinta setangkai mawar yang tersisa di keranjangnya dengan mahkota bunga semerah darah. Mawar itu seolah menjalankan metabolisme dalam tubuhku. Sangat harum. Aromanya mengeringkan tenggorokanku. Rasa haus yang kurasakan semakin membutuhkan pelayanan. Aku tak akan bisa bertahan lebih lama disekitarnya.
“ Kau lupa dengan uang kembaliannya,” katanya saat kutinggalkan dia beberapa langkah.
Tenggorokanku telah dilanda kekeringan yang amat sangat. “ Ambil saja,” suaraku serak.
“ Terimakasih. Kau baik sekali.”
…
Hari- hari berikutnya masih kutemui dirinya. Gadis itu selalu menyuguhkan senyuman klasiknya padaku saat dia tahu aku mendekatinya. Senyumannya sangat manis bahkan lebih manis daripada aroma bunga manapun.
“ Kau tinggal dimana?” tanyanya.
Setiap kali dia berkata padaku, kurasakan seolah alam semesta mengembalikan jiwaku. “ Disana..” kutunjuk bangunan tua di sebelah timur.
“ Benarkah kau tinggal disana?”
“ Yeah,” anggukku.
“ Apa ada hal yang aneh?” tanyanya lagi.
“ Tidak,” senyumku.
Kemudian dia bergumam sendiri, “ Ah, lagipula itu hanya mitos..”
Dia benar. Keberadaanku adalah mitos dikalangan masyarakat masa kini. Mungkin saja akan menjadi cerita yang sangat mengerikan baginya. Bagaimana kalau dia mengetahui siapa diriku yang sebenarnya?
“ Kelihatannya kau sangat tegang. Apa aku menakutimu?” gadis ini membuyarkan pikiranku.
“ Maaf. Aku ada pekerjaan malam ini,” aku pun pergi dengan sedikit kewaspadaan akan kemungkinan kecurigaannya tentang keberadaan makhluk sepertiku di gedung tersebut.
…
Matahari senja telah tenggelam sangat dalam ke belahan dunia yang lain. Entah aku telah melanggar berapa ribu aturan bahkan takdirku dan takdirnya, namun selalu kudatangi dia setiap malam walaupun indentitasku semakin terancam. Aku benar- benar tidak bisa membiarkannya jauh dari jangkauanku.
“ Boleh kutahu untuk siapa kau membeli bunga- bungaku?” tanyanya suatu kali.
Kuperhatikan dirinya yang amat sangat kelelahan. Rambutnya yang seharusnya tergerai lembut dan tersibak indah tertiup semilir angin malam hanya berkutik sedikit. Matanya berair dan kantung matanya semakin gelap. Namun aku tak pernah mempedulikan bagaimana rupanya selama ini. Dialah gadis yang membangkitkan jiwa di batinku, memberikan nafas untuk mencium kehidupan sekali lagi. Membuatku ingin selalu menjaganya untukku selamanya.
“ Kau sedang apa?” sepertinya dia malu karena kelakuanku.
“ Kau bisa marah?” tanyaku sambil memalingkan pandangan.
“ Terkadang. Tetapi tidak. Aku tak bisa marah,” dia menghela napas.
Kurasakan pada helaan napasnya memacu fungsi paru- paruku kembali. “ Baiklah. Bungamu hanya kubeli dan kubiarkan kering di kamarku,” biar kulihat bagaimana raut wajahnya setelah mencerna baik- baik kalimatku. Dan dialah orang teraneh di dunia yang pernah kutemui. Apa yang dia pancarkan dengan raut wajah kekanak- kanakan seperti itu?
“ Begitu?” dia tertawa polos, menghanyutkanku lebih dalam pada rasa penasaranku. Dia benar- benar membuatku bingung menuju kematian.
“ Apa kau tidak marah?”
Gadis itu menggelengkan kepalanya. “ Apa kau memiliki kekasih?” sejenak dia menerawang langit malam yang mendung.
“ Tidak. Sudah lama dia meninggalkanku,” lalu dia memandangku dengan raut wajah meragukanku. “ Kau hanya perlu tahu bahwa di akhir waktu dia ada di neraka.”
“ Apa yang kau bicarakan?”
“ Dia bunuh diri.”
Selama beberapa detik gadis itu menunduk, mengigit bibirnya kemudian memandangku lagi. “ Maafkan aku. Aku turut berduka,” katanya lirih bagaikan bisikan nina bobo malaikat dari dimensi nun jauh.
 “ Kami sangat percaya pada kekuatan cinta itu sendiri. Aku yakin kami akan bertemu disana.”
“ Kau tidak akan bunuh diri juga, kan?” tanyanya sangsi.
Tanpa sengaja keluar suara tawa kecil, mengejek, beresonasi kejam di perbatasan ruang dan waktu kami. Kurasa gadis itu kecewa. Dia kecewa dan diam.
...
Beberapa hari berlalu, kucoba mengabaikannya. Bahkan ketika waktu tidurku menyatu kembali pada alam raya. Segalanya menjadi lebih gelap. Aku pun lapar dan semakin brutal. Entah ada berapa banyak warga kota kini telah mati kekeringan darah karenaku. Walaupun begitu aku selalu mengawasinya, bersembunyi di waktu yang kupikir tak tepat bagiku untuk menampakkan diriku sendiri.
 “ Apa kau sakit parah?”
“ Kenapa kau berpikir begitu?” aku bertanya balik.
“ Kau tak sering menemuiku akhir- akhir ini. Bahkan.. kuperhatikan dirimu saat pertama kali, kau tampak tak sehat.”
“ Menurutmu penyakit apa?” godaku.
“ Mana aku tahu,” katanya ngeri.
“ Tebaklah!”
“ Leukimia?” dia tidak begitu yakin.
Kupalingkan wajahku pada tiang lampu di sekitar kolam air mancur dan tertawa sejadinya.
“ Jangan membuatku khawatir..” dia hampir menangis.
Setelah kukembalikan fokusku padanya, kutatap matanya. “ Seharusnya aku sudah mati dari dulu, kan?”
Sepertinya dia kesal dengan permainanku.
“ Baik. Maafkan aku. Tapi sekarang aku terlihat baik- baik saja, kan?” senyumku.
Dia melirik lalu menghela napas, “ Jadi kenapa?”
“ Tidak apa- apa.”
“ Kau bohong padaku!” katanya kecewa.
“ Baiklah,” aku tak pernah berharap melihatnya kecewa padaku seperti itu, “Apa kau percaya dengan mitos yang diceritakan orang akhir- akhir ini?”
“ Tidak. Ini doktrinasi sejak kecil. Aku tidak suka hal- hal yang berbau metafisik,” jelasnya.
“ Jadi kau belum pernah ketakutan melihat hantu dan semacamnya?” tanyaku lagi.
“ Ya.. Jadi kenapa?” dia tertawa frustasi. “ Dengarkan aku. Ketakutan itu hanya ada di pikiranmu..” salah satu tangannya bergerak hampir menyentuh kepalaku. Maksudku ingin menepisnya agar dia tidak menyentuhku, namun tangan kami bersinggungan.
Jeda. Dia diam sesaat dengan segala proses pemikirannya.
“ Kau dingin,” ekspresi wajahnya berubah seketika. Dia begitu terkejut, sementara aku khawatir dalam diam.
“ Brisa..” bisikku. Tetapi tangannya sudah bergerak menelusuri lenganku dan berhenti di pipiku.
“ Apa yang terjadi? Apa yang selama ini kau lakukan?” tanyanya sambil melakukan hal yang sama padanya. Kukira dia berpikir bahwa selama ini aku bekerja keras hingga demam.
Sesaat aku diam tak bergeming. Dia mungkin akan sangat kecewa. Tidak. Dia akan ketakutan dalam periode waktu yang lama. Tak pernah disangkanya dia yang tak pernah keluar dari pikiran rasionalnya mendapati dirinya bercengkerama dengan iblis. Bahkan mungkin dicintai sang iblis.
Ketakutanku semakin menjadi- jadi. Apakah dia akan meninggalkanku jika dia tahu? Apakah aku akan menjadi kisah nyata yang sangat mengerikan untuk diingat baginya? Brisa pemberani, tetapi dia tidak pernah menjumpai hal- hal semacam ini.
 “ Aku tak mempunyai pekerjaan. Aku tak melakukan apa- apa. Aku pemangsa. Aku brutal juga rentan. Aku tak dapat keluar di siang hari karena kulitku..” kataku dalam bisikan, “ Sinar matahari dapat membakarnya hingga membunuhku.”
Dia menarik tangannya kembali dengan gemetar. Gadis ini kelihatan hancur, ketidak-percayaan terpancar dari wajah yang kelelahan itu. Rupanya ketidakpatuhanku pada aturan kami selama ini membuatku semakin sekarat.
 “ I- ini tidak mungkin..” kata- kata yang keluar dari mulutnya terasa getir untuk dirinya sendiri ucapkan. Kuperhatikan bagaimana dia semakin ketakutan setiap detiknya. Hingga akhirnya dia berhasil beranjak pergi bersama keranjangnya meninggalkanku mematung sepi.
Memang benar inilah akhirnya, aku menyesal telah mengatakannya. Tidak akan pernah ada waktu dan kondisi yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya padanya. Aku juga tak mampu membayangkan kalau gadis itu merelakan jiwanya hanya karena diriku. Zaman mungkin mempengaruhi pemikiran soal cinta tidaklah sesempit pandangan Romeo dan Juliet.
…
Malam- malam selanjutnya kulalui sendirian dengan berjalan menyusuri jalanan kota yang sangat sepi. Lampu- lampu pertokoan mati memperjelas lukisan nyata langit di alun- alun kota. Brisa tidak menampakkan dirinya lagi setelah malam itu. Dia tahu sekarang. Kami adalah dua makhluk yang bertolak belakang, aku pemangsa dan dialah mangsaku. Begitulah seharusnya takdir kami.
Begitu suatu malam tiba ketika bulan hampir memasuki masa baru. Kulihat sosok yang beberapa waktu ini kurindukan. Dia berdiri jauh di tengah keramaian malam. Seketika matanya menangkapku. Aku tersenyum.
“ Kita bertemu disaat yang tepat,” kata- kata itu terasa sulit saat diucapkannya. Sekali lagi, air mukanya memang sulit untuk diterjemahkan. “ Aku sudah tidak menjual mawar lagi,” tersirat bahwa dia ingin mengatakan sesuatu yang amat sangat kubenci. “ Aku akan menikah.. minggu depan.”
Ujung bibirku menarik sengaja, lebih seperti mengeluarkan ejekan egois. “ Bagus.”
Mata Brisa berkaca- kaca dan berusaha menyembunyikan itu.
 “ Sebelumnya menjelang siang.. Aku mau melihatmu,” kataku.
“ Kau tidak akan bisa melawan matahari,” katanya.
Aku menarik ujung bibirku lagi. “ Disini, Brisa.”
Sayangnya dia menghindar untuk menatapku lekat- lekat. “ Aku tidak ingin berjanji padamu,” kata Brisa mengenaskan. Matanya yang merupakan jelmaan bintang fajar memijar sepi, meredup, dan dalam sekejap akan menghilang akibat tabrakan bintang. Gadis itu pun pergi bersama angin yang mengusap air matanya.
…                                         
Siang itu sebagian permukaan bumi tertutup bayangan bulan. Setelah menunggu dengan putus asa, Brisa muncul dengan blazer tua warna merah dan genggaman di balik tubuhnya. Dibenaknya tersimpan banyak praduga, dapat kubaca itu.
Brisa mendekat. Tak kusangka dia tersenyum dengan senyuman itu. Senyumnya lebih merona dibandingkan saat malam- malam yang telah terukir nyata di luasnya memoriku. Namun hanya terhitung beberapa detik sudah bayangannya menembus sistem penglihatanku lalu terpenjara dalam memori otakku disaat redupnya kekuatan mentari yang memberikanku kesempatan terakhir.
Hingga waktunya sudah hampir lebih dari yang tata surya ini berikan kepadaku. Kepalaku menengadah kepada mentari yang tak pernah dapat berteman denganku. Lalu kudengar suaranya bergetar bagaikan refrain sebuah lagu kematian. Dan kutahu perlahan bulan bergeser membiarkan sinar matahari melukaiku..
Tiba- tiba sebuah bayangan menghalangi proses kematianku. Bayangan yang benar- benar meneduhkan makhluk yang tak dapat diterima ini.
Tubuh beserta gagang payung yang dia pegang menghantamku, “ Jangan, Viktor! Aku ingin bersamamu. Lupakan pernikahanku! Aku juga tidak peduli kau akan bersamanya di neraka. Aku hanya ingin kau selalu di dekatku selagi aku menemukanmu ada di dunia ini.”

Kuraih wajahnya. Hangat. Kehangatan bintang terbesar di seluruh jagat raya ini mengalir dari ujung jemariku, naik ke ruas- ruas jariku hingga memecahkan heningnya degup jantung tua yang akhirnya terasa bahwa selama ini bekunya luar biasa.

Senin, 29 April 2013

Cara Mudah dan Simpel Memutar Lagu Sendiri di Blog

Assalamu’alaikum…

Well, saya mau ngasih tips buat teman- teman yang mungkin masih kebingungan sampe- sampe gigit laptop buat menarik pembaca di blog dengan cara memutar musik secara otomatis. So langsung ke inti, teman- teman bisa memasang lagu dengan cara mencopy- paste embed dari http://www.divine-music.info

Kalo lagu yang teman- teman cari enggak ketemu bisa pratik aja dengan cara berikut:

Pertama, tentukan lagu yang akan dipasang.

Kedua, search lagunya di www.4shared.com (inget ya formatnya kudu swf, “swf” loh yaa).

Kalo enggak ada, teman- teman bisa upload sendiri di 4shared. Buat convert dari mp3 ke swf bisa download mp3 to swf converter di google banyak kok (cuma kalo udah diconvert lagunya bisa kepotong, soalnya cuma 60% aja yang bisa diconvert. Pinter- pinter aja diedit dulu lagunya ditambahi durasinya biar kalo diconvert ke swf bisa full, kalo kepanjangan ngeditnya trus setelah diconvert juga kepanjangan ya bonus buat yang berkunjung... hehehe, dikira- kira aja deh).

Ketiga, kalo udah ketemu lagunya atau udah diupload lagunya.. klik kanan file lagu trus copy link/ dapatkan link.

Ini adalah contoh link lagu (True As The Night dari The Vines) :

http://www.4shared.com/document/La3ApK8o/True_As_The_Night_-_The_Vines.html

Tulisan document silahkan diganti dengan embed .

Tulisan html silahkan diganti swf .

Jadinya begini:

http://www.4shared.com/embed/La3ApK8o/True_As_The_Night_-_The_Vines.swf 

Kemudian teman- teman masukkan link yang sudah diubah itu ke code dibawah ini, ganti yang bercetak tebal merah dibawah ini:



<embed src="http://www.4shared.com/embed/La3ApK8o/True_As_The_Night_-_The_Vines.swf" width="240" height="26" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed>


Setelah  dapat code embed dari lagu yang diinginkan, masuk ke tata letak, tambah gadget, pilih java script, paste codenya, simpan, lihat blog kamu sendiri dan taraatt...!! Musik berputar secara otomatis dan kamu sudah bisa nyantai sambil minum- minum bajigur, wedhang jahe atau kopi..

Mudah dan simple kan? Silahkan teman- teman mencobanya..

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian semua.
Wassalamu’alaikum…

Senin, 11 Maret 2013

Makna Lagu: If My Heart Was A House

If My Heart Was A House - Owl City

You’re the sky that I fell through ║ Kaulah langit yang pernah kutembus
And I remember the view whenever I’m holding you ║ Dan setiap kali kuingat saat- saat dimana kugenggam dirimu

The sun hung from a string ║ Sang mentari menggantung pada sebuah tali
Looking down on the world as it warmed over everything ║ Menengok ke bawah kepada dunia sembari ia menghangatkan seluruh jagat raya
Chills run down my spine as our fingers in- twine ║ Kesejukan menelusuri tulang belakangku disaat jari- jemari kita saling terkait
And your sighs harmonize with mine ║ Dan kita selaras bernafas bersama
Unmistakably I can still feel your heart ║ Tak salah lagi, aku masih dapat merasakan jantungmu
Beat fast when you dance with me ║ Berdetak cepat ketika kau berdansa denganku

We got older and I should have known ║ Usia kita pun semakin bertambah dan aku pun harus tahu
( Do you feel alive? ) ║ ( Apakah kau merasa kau hidup? )
That I’d feel colder when I walk alone ║ Bahwa aku t’lah merasa semakin kedinginan ketika berjalan sendirian
( Oh, but you’ll survive ) ║ ( Oh, namun kau kan baik- baik saja )
So I may as well ditch my dismay ║ Demikianlah jadinya diriku seolah mengaliri ketakutanku sendiri
( Bombs away… Bombs away… ) ║ ( Bombs away sekarang lebih sering dikatakan dengan: We’re off, atau mungkin semacam ungkapan: baiklah, sudah tak apa ) ( Masalah apapun itu, yang lalu t’lah berlalu )

Circle me and the needle moves gracefully ║ Lingkarilah diriku dan jarumnya kan bergerak menunjukkan arah dengan manis
Back and forth, if my heart was a compass you’d be north ║ Jika hatiku adalah sebuah kompas, dibolak- balik sedemikian rupa, kau tetaplah sisi utaranya
Risk it all cause I’ll catch you if you fall ║ Kukorbankan seluruh jiwa- ragaku karena ku kan melindungimu jika kau terjatuh
Wherever you go, if my hearts was a house you’d be home ║ Jika hatiku adalah sebuah rumah, kemanapun kau pergi, kau kan kembali (pulang) padaku

It makes me smile because you said it best ║ Perkataanmu membuatku tersenyum karena kau berkata itulah hal yang terbaik
I would clearly feel blessed if the sun rose up from the west ║ Ku kan benar- benar merasa dirahmati jika sang mentari terbit dari arah barat
Flower balm perfume, all my clothes smell like you ║ Wewangian bunga, semua sandangku harumnya menyerupai harummu
Cause your favorite shade is navy blue ║ Karena kau senang bersandar jika kukenakan semua yang berwarna biru laut

I walk slowly when I’m on my own ║ Ku berjalan pelan pada usiaku kini
( Do you feel alive? ) ║ ( Apakah kau merasa kau hidup? )
Yeah, but frankly I still feel alone ║ Yah, namun terus terang saja aku masih merasa sepi sendirian
( Oh, but you’ll survive ) ║ ( Oh, namun kau kan baik- baik saja )
So I may as well ditch my dismay ║ Demikianlah jadinya diriku seolah mengaliri ketakutanku sendiri
( Bombs away… Bombs away… ) ║ ( Masalah apapun itu, yang lalu t’lah berlalu )

Circle me and the needle moves gracefully ║ Lingkarilah diriku dan jarumnya kan bergerak menunjuk arah dengan manis
Back and forth, if my heart was a compass you’d be north ║ Jika hatiku adalah sebuah kompas, dibolak- balik sedemikian rupa, kau tetaplah sisi utaranya
Risk it all cause I’ll catch you if you fall ║ Kukorbankan seluruh jiwa- ragaku karena ku kan melindungimu jika kau terjatuh
Wherever you go, if my hearts was a house you’d be home ║ Jika hatiku adalah sebuah rumah, kemanapun kau pergi, kau kan kembali (pulang) padaku

If my hearts was a house, you’d be home ║ Jika hatiku adalah sebuah rumah, kau kan kembali (pulang) padaku

Jumat, 25 Januari 2013

MAKALAH PANCASILA: IMPLEMENTASI NILAI - NILAI PANCASILA SEBAGAI PEMBANGUNAN MORAL FORCE DALAM LINGKUNGAN KAMPUS

IMPLEMENTASI NILAI - NILAI PANCASILA SEBAGAI PEMBANGUNAN MORAL FORCE DALAM LINGKUNGAN KAMPUS
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Pancasila 
Dosen pembimbing: H.Agus Budi Santoso,SH

Kelas: 1B 

Disusun oleh: 
1. Nur Rokhmah Suci
2. Putri Kusumawati
3. Restu Ayu Nuryasmin
4. Rina Anggraini
5. Sarwendah Noor Aishah
6. Vita Rahayu Setyawati

Progam Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 
Universitas Muhammadiyah Purworejo 
2012


I. PENDAHULUAN 

A. LATAR BELAKANG MASALAH 
Pada saat ini penerapan Pancasila khususnya di lingkungan kampus mengalami degradasi. Mahasiswa sekarang cenderung lebih condong pada kehidupan hedonisme. Ini menjadi bukti bahwa penerapan nilai- nilai Pancasila di kehidupan belum mereka terapkan di kehidupan mereka. 
Mahasiswa sebagai moral force (kekuatan moral yang utama) seharusnya bukan hanya menjadikan nilai- nilai Pancasila sebagai teori yang hanya didengarkan. Namun juga harus dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga dalam kehidupan di lingkungan kampus untuk mendukung tugas pokok kampus. 
Oleh karena itu, perlu adanya implementasi nilai- nilai Pancasila dalam Pembangunan Moral Force di Lingkugan Kampus.

B. RUMUSAN MASALAH 
Berdasarkan uraian di atas maka dalam makalah ini kami akan membahas tentang: 
Bagaimana Implementasi nilai- nilai Pancasila dalam pembangunan moral force di lingkungan kampus?


II. IMPLEMENTASI NILAI- NILAI PANCASILA SEBAGAI PEMBANGUNAN MORAL FORCE DALAM LINGKUNGAN KAMPUS

A. PENGERTIAN IMPLEMENTASI
Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky mengemukakan implementasi sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky mengemukakan bahwa implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh McLaughin. Adapun implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan. 

B. NILAI 

1. PENGERTIAN NILAI 
Nilai adalah gagasan yang bersifat ideal dan disepakati bersama mengenai apa yang masyarakat anggap baik, benar, berharga dan diinginkan. Nilai dijadikan suatu hal yang melekat di dalam masyarakat secara turun- temurun, serta dianggap sebagai kebaikan dan kebenaran itu sendiri. Nilai merupakan sesuatu yang baik, yang diinginkan, dicita – citakan dan dianggap penting oleh warga masyarakat. Setiap masyarakat akan menjunjung tinggi nilai yang berlaku dan telah disepakati bersama dan nilai terwujud dalam kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat tertentu. 
Ciri-ciri nilai : 
1. Nilai merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui saling interaksi diantara para anggota masyarakat. Nilai tercipta secara sosial bukan secara biologis atau bawaan sejak lahir. 
2. Nilai dipelajari. Proses belajar dan pencapaiaan nilai- nilai dimulai sejak masa kanak- kanak dalam keluarga sosialisasi. 
3. Nilai memuaskan manusia dan mengambil bagian dalam usaha pemenuhan kebutuhan– kebutuhan sosial . 
4. Sistem– sistem nilai bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan yang lain, sesuai dengan harga relatif yang diperlihatkan oleh setiap kebudayaan terhadap pola- pola aktivitas dan tujuan serta sasarannya. Dengan kata lain keanekaragaman budaya dengan bentuk dan fungsi yang saling berbeda, menghasilkan sistem- sistem nilai yang saling berbeda . 
5. Masing- masing nilai dapat mempunyai efek yang berbeda terhadap orang perorangan dan masyarakat sebagai keseluruhan 
6. Nilai- nilai dapat mempengaruhi pengembangan pribadi dalam masyarakat secara positif maupun secara negatif .

2. MACAM-MACAM NILAI : 
Menurut Notonagoro nilai dibagi dalam tiga kelompok yaitu : 
1) Nilai materiil, yaitu nilai yang dilihat dari hasil guna dari sesuatu seperti benda bagi manusia. 
2) Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia, untuk kegiatan aktivitasnya. 
3) Nilai kerohanian, yaitu segala yang bernilai bagi rohani manusia dan mengandung kebenaran, keindahan, moral dan religius. 

Adapun macam– macam nilai menurut Walter G. Everret antara lain: 
1. Nilai- nilai ekonomis (economic values). Nilai– nilai ini ditunjukkan dengan harga pasar dan meliputi juga semua benda–benda yang dapat dibeli. Nilai– nilai ekonomi ini merupakan nilai instrumental yang dipakai sebagai sarana untuk memperoleh nilai-nilai lain. 
2. Nilai- nilai rekreasi (value of recreation). Nilai- nilai ini melipuit nilai- nilai permainan dan waktu senggang sejauh nilai- nilai tersebut memberikan sumbangan untuk memperkaya kehidupan. 
3. Nilai– nilai perserikatan (values of association). Ini meliputi pelbagai bentuk perserikatan manusia, dari persahabatan kehidupan keluarga sampai dengan hubungan tingkat internasional. 
4. Nilai- nilai kejasmanian (values of body). Nilai- nilai ini meliputi hal- hal yang bersangkutan dengan pemeliharaan kesehatan, effisiensi dan keindahan dari kehidupan jasmani . 
5. Nilai- nilai intelektual (intelectual values), yang meliputi nilai- nilai pengetahuan dan pencarian kebenaran. 
6. Nilai- nilai watak(character values). Nilai- nilai ini meliputi seluruh tantangan dan kesalehan pribadi dan sosial termasuk keadilan, kesediaan menolong, kontrol diri dan kesukaan pada kebenaran . 

3. FUNGSI NILAI : 
Nilai berfungsi sebagai penuntun arah dan tujuan hidup serta sebagai pedoman bertingkah laku seseorang dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kepribadiannya, dalam lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara agar tercipta kebaikan dalam harkat dan martabat.

C. NILAI –NILAI PANCASILA 

1. PENGERTIAN NILAI- NILAI PANCASILA 
Pancasila mengandung nilai-nilai yang penting dan berguna bagi keberlangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia. Nilai-nilai tersebut merupakan dasar negara, sistem keyakinan yang berisi konsep dan prinsip yang dianut bangsa Indonesia sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara. Sehingga nilai-nilai tersebut semestinya menjadi rujukan bersama bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan Negara, memelihara keutuhan bangsa dan melakukan perbaikan nasib bangsa. 
Pancasila mengandung serangkaian nilai yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Sila- sila dalam Pancasila tidak dapat dipisahkan. Kelima nilai Pancasila tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh, dan saling menjiwai serta mendasari antar kelima nilai tersebut. 

2. MAKNA NILAI- NILAI PANCASILA 

1. Ketuhanan Yang Maha Esa 
Merupakan pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta, seperti: 
a. Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. 
b. Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. 
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. 
d. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain. 

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 
Merupakan kesadaran sikap dan perilaku seperti: 
a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. 
b. Saling mencintai sesama manusia. 
c. Mengembangkan sikap tenggang rasa. 
d. Tidak semena-mena terhadap orang lain. 
e. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. 
f. Berani membela kebenaran dan keadilan.

3. Persatuan Indonesia 
Merupakan usaha kea rah bersatu dalam kedaulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan serta bhineka tunggal ika dalam NKRI, seperti: 
a. Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
b. Rela berkorban demi bangsa dan negara. 
c. Cinta akan Tanah Air. 
d. Berbangga sebagai bagian dari Indonesia. 
e. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. 

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan 
Merupakan perwujudan negara yang demokrasi, suatu pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat, seperti: 
a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. 
b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. 
c. Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama. 
d. Berembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan. 

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 
Sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu agar tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah dan batiniah, seperti: 
a. Bersikap adil terhadap sesama. 
b. Menghormati hak-hak orang lain. 
c. Menolong sesama. 
d. Menghargai orang lain. 
e. Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.

3. FUNGSI DAN KEDUDUKAN NILAI PANCASILA 

1) Nilai- Nilai Pancasila Sebagai Unsur Kepribadian Bangsa Indonesia 
Nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki sifat- sifat atau ciri- ciri khusus dan merupakan watak bangsa karena unsur- unsur Pancasila telah dimiliki oleh bangsa Indonesia dan terdapat di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Nilai- nilai Pancasila sesungguhnya merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, karena bersumber pada kepribadian bangsa. 

2) Nilai- Nilai Pancasila Sebagai Dasar dan Pedoman Bangsa 
Nilai- nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, dasar negara dan jiwa kepribadian bangsa Indonesia. Kelima nilai- nilai Pancasila merupakan fondasi atau landasan tempat bertumpu bagi segala kegiatan baik pemerintahan maupun kemasyarakatan yang terjadi. Oleh karena itu nilai- nilai Pancasila juga berfungsi sebagai pedoman atau pegangan untuk menggerakkan dan mengarahkan bangsa Indonesia mencapai tujuannya. 

D. MORAL 

1. PENGERTIAN MORAL 
Moral berasal dari bahasa Latin yaitu moralitas yang berarti istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lain dalam tindakan yang mempunyai nilai positif. Sedangkan kata moral berasal dari kata Latin mos yang berarti kebiasaan. Secara ekplisit moral adalah hal- hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu, tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. 

2. MACAM-MACAM MORAL 
Moral dibedakan menjadi dua, yaitu moral dasar/ murni dan moral terapan. Moral dasar/ murni adalah moral yang terdapat pada setiap manusia sebagai suatu pengenjawantahan dari pancaran illahi. Moral murni disebut juga hati nurani. Moral terapan adalah moral yang didapat dari berbagai ajaran, misal dari pandangan filosofis, agama dan adat yang menguasai putaran manusia. 
Sementara dalam relasi sosialnya ada moral personal dan moral sosial. Moral personal adalah sifat yang digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menjelaskan maksud perilakunya agar tidak terjadi salah paham saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Moral sosial adalah nilai kebenaran yang sesuai dengan kesucian kehidupan manusia, yaitu sifat yang secara umum diakui manusia memiliki nilai kebenaran yang tak terbantahkan. 

3. FUNGSI MORAL 
Pada dasarnya moral memiliki fungsi, yaitu untuk melayani manusia: 
1. Sebagai batasan terhadap perbuatan dan kelakuan individu. 
2. Sebagai pengingat manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. 
3. Sebagai penarik perhatian pada permasalahan- permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. 
4. Sebagai penarik perhatian manusia kepada gejala- gejala pembiasaan emosional. Misal seseorang yang memiliki moral tidak akan melanggar undang- undang atau sesuatu yang bertentangan dengan agamanya.

E. MORAL FORCE 

Moral force atau kekuatan moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa dalam kehidupannya dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat. Hal ini menjadi beralasan karena mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sebagai kaum terpelajar yang memiliki keberuntungan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. 
Sebagai moral force mahasiswa memiliki misi untuk mengingatkan pemerintah jika pemerintah tersebut merlupakan tujuan tugas yang diembannya. Sikap yang kritis mahasiswa merupakan wujud kepedulian terhadap bangsa dan negara. Misalnya kritis tidak harus pada isu- isu nasional saja, tetapi juga terhadap isu lokal seperti permasalahan lingkungan maupun kebijakan pemerintah setempat yang merugikan rakyat. 

F. KAMPUS 

1. PENGERTIAN KAMPUS 
Kata kampus dari bahasa Latin; campus yang berarti "lapangan luas", "tegal". Dalam pengertian modern, kampus berarti, sebuah kompleks atau daerah tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau perguruan tinggi. Bisa pula berarti sebuah cabang daripada universitas sendiri. Misalkan Universitas Muhammadiyah Purworejo di Purworejo, Indonesia. 

2. FUNGSI DAN TUGAS KAMPUS 
Pendidikan tinggi sebagai institusi dalam masyarakat bukanlah merupakan menara gading yang jauh dari kepentingan masyarakat melainkan senantiasa mengemban dan mengabdi kepada masyarakat. 
Menurut PP.No.Th.1999, bahwa perguruan tinggi memiliki tiga tugas pokok yang disebut Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi : 

1. Pendidikan Tinggi 
Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi memiliki tugas sebagai dharma yang pertama yaitu melaksanakan pendidikan untuk menyiapkan, membentuk dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Maka tugas pendidikan tinggi adalah : 
a. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian. 
b. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengupayakan penggunanya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. 
Oleh karena itu pendidikan tinggi harus menghasilkan, ilmuwan, intelektual serta pakar yang bermoral Ketuhanan Yang Maha Esa. 

2. Penelitian 
Adalah suatu kegiatan telaah yang taat kaidah, bersifat objektif dalam upaya untuk menemukan kebenaran atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian. Sebagaimana yang terkandung dalam Pancasila bahwa intelektual haruslah bermoral Ketuhanan dan kemanusiaan. Dasar– dasar nilai yang terkandung inilah yang menjiwai moral peneliti, sehingga suatu penelitian harus bersifat objektif dan ilmiah. Seorang peneliti harus berpegangan pada moral kejujuran yang bersumber pada Ketuhana Yang Maha Esa. Selain asas kemanfaatan penelitian haruslah demi kesejahteraan umat manusia. 

3. Pengabdian kepada masyarakat 
Perguruan tinggi sebagai lembaga masyarakat, senantiasa mengembangkan kegiatannya demi kepentingan masyarakat. Berdasarkan penjelasan Pasal 3 ayat 1 PP.60 Th.1999, yang dimaksud dengan pengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat. Dalam pengertian inilah maka aktualisasi kegitan pengabdian kepada masyarakat, sebenarnya merupakan suatu aktualisasi kegiatan masyarakat ilmiah perguruan tinggi yang dijiwai oleh nilai- nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan, sebagaimana terkandung dalam Pancasila.

G. IMPLEMENTASI NILAI- NILAI PANCASILA SEBAGAI PEMBANGUNAN MORAL FORCE DALAM LINGKUNGAN KAMPUS

Unsur jiwa manusia meliputi aspek akal, rasa, dan kehendak. Sebagai mahasiswa yang mempunyai rasa intelektual yang besar kita dapat memanfaatkan fasilitas kampus untuk mencapai tujuan bersama. Pembangunan yang merupakan realisasi praksis dalam Kampus untuk mencapai tujuan seluruh mahasiswa harus mendasarkan pada hakikat manusia sebagai subyek pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Oleh karena itu hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pembangunan pengembangan kampus itu sendiri. 

Implementasi nilai- nilai Pancasila dapat diterapkan dengan cara berikut, seperti yang sudah ada di Universitas Muhammadiyah Purworejo: 

1. Ketuhanan Yang Maha Esa 
· Adanya sholat berjamaah di masjid kampus 
· Buka bersama dan sholat tarawih bersama pada bulan Ramadhan 
· Peringatan hari raya 
· Adanya organisasi- organisasi dalam bidang keagamaan 

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 
· Setiap mahasiswa di UMP mempunyai hak yang sama di lingkungan kampus 
· Tidak membedakan latar belakang suku, ras, dan agama 

3. Persatuan Indonesia 
· Organisasi- organisasi yang ada di kampus UMP berelasi dengan organisasi- organisasi dari kampus lain dan lingkungan masyarakat. 

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijakanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan 
· Selalu dilakukan musyawarah terlebih dahulu sebelum menetapkan kebijakan di lingkungan kampus 

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 
· Semua peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak kampus berlaku untuk semua warga kampus dan apabila ada yang melanggar ,hukuman berlaku untuk si pelanggar tanpa pandang bulu.


III. PENUTUP 

A. KESIMPULAN 

Untuk menerapakan nilai– nilai Pancasila sebagai moral force di lingkungan kampus selain dengan mendapatkan materi pendidikan Pancasila di lingkungan kampus, mahasiswa sebagai moral force (kekuatan moral utama) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dianjurkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat positif dan mengandung pelaksanaan nilai-nilai Pancasila. Seperti mengikuti organisasi– organisasi, melaksanakan shalat berjamaah di kampus, membiasakan budaya untuk bermusyawarah agar mencapai kesepakatan bersama dan tercipata rasa keadilan, menjauhi kehidupan hedonisme dan harus membiasakan menerapkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh pihak kampus dan menyikapi suatu permasalahan dengan bijak. Serta untuk mendorong mahasiswa melaksankan nilai-nilai Pancasila, semua pihak kampus juga harus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari –hari. 

B. SARAN 

1. Untuk mahasiswa: Selain menerapkan nilai- nilai Pancasila dengan kegiatan- kegiatan di dalam kampus mahasiswa juga harus bisa menerapkan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran mahasiswa sebagai moral force seharusnya dilakukan dengan baik. Mahasiswa sebagai kaum dengan intelektual yang lebih tinggi daripada masyarakat pada umumnya seharusnya lebih kritis terhadap masalah- masalah nasional karena fungsinya sebagai pengontrol pemerintahan. 

2. Untuk masyarakat: Masyarakat seharusnya lebih mendukung kegiatan- kegiatan mahasiswa dalam fungsinya sebagai moral force. Karena sebenarnya masyarakat lebih dominan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah. 

3. Untuk pemerintah: Seharusnya pemerintah juga harus senantiasa menjalin hubungan dan kerja sama dengan menerima aspirasi rakyat khususnya mahasiswa sebagai moral force bangsa. 

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Kaelan, Ms. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta. Paradigma Jogja. 2010. 

Sutono, Drs. Mengenal Filsafat Pancasila II. PT Hanindita Graha Widya. Yogyakarta. 1988. 

Ahmadi Abu, Drs., H., dkk. Sosiologi dan Antropologi. CV Ramadhani. Solo.1986. 


http://rumoehlensa.wordpress.com/2009/01/11/mahasiswa-sebagai-moral-force/


http://edukasi.kompasiana.com/2012/08/09/peran-moral-politik-pemuda-mahasiswa/


http://alfin1991.blogspot.com/2011/05/implementasi-pancasila-sebagai.html


http://nenu666.blogspot.com/2011/12/moral-force-pancasila.html


http://research.amikom.ac.id/index.php/DTI/article/view/5584


http://jokodwiprastowo.student.umm.ac.id/2010/08/10/peran-mahasiswa-sebagai-moral-force/

http://blogallimalai.blogspot.com/2011/07/fungsi-nilai.html?m=1 

satuduniadalamilmu.blogspot.com

Jumat, 04 Januari 2013

Contoh Proposal Penelitian

Sebelumnya ini adalah tugas akhir semester pertama kami yang dibuat agak mendadak, mungkin terjadi kesalahan disana- sini. Setidaknya semoga sedikit membantu teman- teman.
PROPOSAL PENELITIAN 
FAKTOR PENYEBAB SISWA GAGAL DALAM UJIAN NASIONAL 
Proposal ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok akhir semester mata kuliah Filsafat Ilmu

Disusun oleh: 
1. Nurhidayati Ali
2. Sarwendah Noor Aishah
3. Susi Widiastuti

A. Latar Belakang Masalah 

Tingkat ketidaklulusan siswa dalam Ujian Nasional dari jenjang SD, SMP dan SMA dari tahun ke tahun secara keseluruhan semakin meningkat. Sangat disayangkan bahwa Ujian Nasional yang notabenenya sebagai program pemerintah untuk evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran. Upaya-upaya dalam peningkatannya tidaklah sebanding dengan hasilnya. Pemerintah pun dinilai hanya mengerjakan perbaikan dalam proses dan prosedur Ujian Nasional saja. Seperti memperketat penjagaan kerahasiaan soal, meningkatkan kinerja pengawas ujian untuk mencegah tindakan-tindakan kecurangan dan lain-lainya. Padahal yang sebagai objek dalam hal ini adalah para para peserta ujian itu sendiri. Oleh karena itu tujuan penyusunan proposal ini adalah untuk membantu pemerintah dalam upaya-upaya peningkatan pendidikan secara langsung terhadap faktor-faktor penyebab ketidaklulusan siswa dalam Ujian Nasional. Sehingga diharapkan untuk selanjutnya pendidikan di Indonesia dapat mengalami perbaikan dari segala aspek.

B. Rumusan Masalah 

1. Faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab siswa gagal dalam Ujian Nasional? 
2. Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kelulusan siswa? 
3. Bagaimana upaya pemerintah dalam meningkatkan kelulusan siswa? 

C. Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya-upaya peningkatan pendidikan secara langsung terhadap faktor-faktor penyebab ketidaklulusan siswa dalam Ujian Nasional sehingga diharapkan untuk selanjutnya pendidikan di Indonesia dapat mengalami perbaikan dari segala apek. Serta untuk para pendidik dapat menciptakan inovasi dalam proses mengajar dan mengajar serta memahami kelemahan tiap siswa- siswanya agar meningkatkan kinerja para pendidik dalam mentransfer ilmu kepada siswa- siswanya tersebut.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, pembaca, maupun pihak- pihak lain yang berkepentingan. 

1. Manfaat akademis 
Penelitian ini erat hubungannya dengan mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan, oleh karena itu diharapkan penulis, pembaca dan semua pihak yang kerkepentingan dapat lebih memahaminya. 

2. Manfaat dalam implementasi atau praktik 
Penelitian ini memfokuskan siswa atau peserta ujian sebagai objek penelitian, sehingga diharapkan pemerintah maupun penyelenggara pendidikan di Indonesia dan pihak yang berkepentingan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan pembuatan kebijakan dan program- program yang bermanfaat untuk memajukan pendidikan di Indonesia. 

3. Manfaat Teoritis 
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi dan tantangan bagi para calon pendidik khususnya untuk mahasiswa Fakultas Ilmu dan Keguruan Universitas Purworejo guna di masa yang akan datang untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia.


E. Tinjauan Pustaka 

1. UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 
Definisi evaluasi pendidikan menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. 

Adapun hak dan kewajiban orang tua menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003: 

1) Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. 
2) Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya. 

Hak dan kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003: 

a) Pasal 10 
Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

b) Pasal 11 
1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. 
2) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun. 

Tugas pendidik dan tenaga kependidikan menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003: 

1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. 
2) Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. 

Pengelolaan pendidikan menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 pasal 50: 

1) Pengelolaan sistem pendidikan nasional merupakan tanggung jawab menteri. 
2) Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. 
3) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. 
4) Pemerintah daerah provinsi melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan, pengembangan tenaga kependidikan, dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. 
5) Pemerintah kabupaten/kota mengelola pendidikan dasar dan pendidikan menengah, serta satuan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal. Perguruan tinggi menentukan kebijakan dan memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan di lembaganya. 
6) Ketentuan mengenai pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. 

2. Prestasi Akademik 

Soemanto dalam Sahputra (2009) menyatakan faktor yang mempengaruhi prestasi dan tingkah laku individu adalah: 

a. Konsep diri 
Pikiran atau persepsi individu tentang dirinya sendiri, merupakan faktor yang penting mempengaruhi prestasi dan tingkah laku individu. 

b. Locus of Control 
Dimana individu merasa melihat hubungan antara tingkah laku dan akibatnya, apakah dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. Locus of control mempunyai dua dimensi, yakni dimensi eksternal dan dimensi internal. Dimensi eksternal akan menganggap bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada di luar diri pelaku. Sedangkan dimensi internal melihat bahwa tanggung jawab sebagai perbuatan berada pada diri si pelaku. Individu yang memiliki locus of control eksternal memiliki kegelisahan, kecurigaan, dan rasa permusuhan. Sedangkan individu yang memiliki locus of control internal suka bekerja sendiri dan efektif. 

c. Kecemasan yang dialami 
Kecemasan merupakan gambaran emosional yang dikaitkan dengan ketakutan. Dimana dalam proses belajar mengajar, individu memiliki derajat dan jenis kegelisahan yang berbeda. 

d. Motivasi belajar 
Jika motivasi individu untuk berhasil lebih kuat daripada motivasi untuk tidak gagal, maka individu akan segera merinci kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Sebaliknya, jika motivasi individu untuk tidak gagal lebih kuat, individu akan mencari soal yang lebih mudah atau lebih sukar.

F. Metode Penelitian

Penelitian Deskriptif ialah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi sekarang. Penelitian deskriptip memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut.

Instrumen pengumpul data
Dalam metode deskriptif Instrumen pengumpul data yang biasa digunakan adalah: Pedoman Wawancara untuk Wawancara.

Teknik Pengolahan data
Tabulasi data, Tabelling dan Analisis Tabel.

Bentuk kesimpulan akhir
Akumulasi data dasar dalam cara deskriptif.

Minggu, 23 Desember 2012

"Can't Take It In" - Ost Narnia: The Lion, The Witch and The Wardrobe

By: Imogen Heap

Can't close my eyes
I'm wide awake
Every hair on my body
Has got a thing for this place
Oh, empty my heart
I've got to make room for this feeling
It's so much bigger than me


"Tak Bisa Lebih Indah Dari Ini"

Tak bisa ku menutup mata 
Aku benar- benar tak dapat tertidur 
Setiap helai rambutku 
Mendapati sesuatu karena keadaan ini 
Oh, kosongkanlah hatiku! 
Aku t’lah membuat ruang untuk perasaan ini 
Ruang yang lebih besar dibandingkan diriku sendiri 

It couldn't be anymore beautiful
I can't take it in

Ruang yang tak bisa lebih indah lagi 

Aku tak dapat melihatnya lebih indah lagi 


Weightless in love...unraveling
For all that's to come
And all that's ever been
We're back to the board
With every shade under the sun
Let's make it a good one



Omong kosong tentang cinta... sesuatu yang tak kuketahui 
Sebab itulah cinta datang 
Dan sebab itulah cinta selalu terjadi 
Dahulu kita kembali menjalaninya 
Dengan segala naungan dibawah teriknya mentari 
Biarkan cinta kita menjadi cinta yang indah 

More that I wonder
More than I ever needed
Woahhhhhh
More that I wonder
Oooooohhhhhh


Lebih dari yang kubayangkan 
Lebih dari yang pernah kuinginkan 
Lebih dari yang kubayangkan