Assalamu’alaikum…
Well, saya mau ngasih tips buat teman- teman yang mungkin masih kebingungan sampe- sampe gigit laptop buat menarik pembaca di blog dengan cara memutar musik secara otomatis. So langsung ke inti, teman- teman bisa memasang lagu dengan cara mencopy- paste embed dari http://www.divine-music.info
Kalo lagu yang teman- teman cari enggak ketemu bisa pratik aja dengan cara berikut:
Pertama, tentukan lagu yang akan dipasang.
Kedua, search lagunya di www.4shared.com (inget ya formatnya kudu swf, “swf” loh yaa).
Kalo enggak ada, teman- teman bisa upload sendiri di 4shared. Buat convert dari mp3 ke swf bisa download mp3 to swf converter di google banyak kok (cuma kalo udah diconvert lagunya bisa kepotong, soalnya cuma 60% aja yang bisa diconvert. Pinter- pinter aja diedit dulu lagunya ditambahi durasinya biar kalo diconvert ke swf bisa full, kalo kepanjangan ngeditnya trus setelah diconvert juga kepanjangan ya bonus buat yang berkunjung... hehehe, dikira- kira aja deh).
Ketiga, kalo udah ketemu lagunya atau udah diupload lagunya.. klik kanan file lagu trus copy link/ dapatkan link.
Ini adalah contoh link lagu (True As The Night dari The Vines) :
http://www.4shared.com/document/La3ApK8o/True_As_The_Night_-_The_Vines.html
Tulisan document silahkan diganti dengan embed .
Tulisan html silahkan diganti swf .
Jadinya begini:
http://www.4shared.com/embed/La3ApK8o/True_As_The_Night_-_The_Vines.swf
Kemudian teman- teman masukkan link yang sudah diubah itu ke code dibawah ini, ganti yang bercetak tebal merah dibawah ini:
<embed src="http://www.4shared.com/embed/La3ApK8o/True_As_The_Night_-_The_Vines.swf" width="240" height="26" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed>
Setelah dapat code embed dari lagu yang diinginkan, masuk ke tata letak, tambah gadget, pilih java script, paste codenya, simpan, lihat blog kamu sendiri dan taraatt...!! Musik berputar secara otomatis dan kamu sudah bisa nyantai sambil minum- minum bajigur, wedhang jahe atau kopi..
Mudah dan simple kan? Silahkan teman- teman mencobanya..
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian semua.
Wassalamu’alaikum…
Senin, 29 April 2013
Senin, 11 Maret 2013
Makna Lagu: If My Heart Was A House
If My Heart Was A House - Owl City
You’re the sky that I fell through ║ Kaulah langit yang pernah kutembus
And I remember the view whenever I’m holding you ║ Dan setiap kali kuingat saat- saat dimana kugenggam dirimu
The sun hung from a string ║ Sang mentari menggantung pada sebuah tali
Looking down on the world as it warmed over everything ║ Menengok ke bawah kepada dunia sembari ia menghangatkan seluruh jagat raya
Chills run down my spine as our fingers in- twine ║ Kesejukan menelusuri tulang belakangku disaat jari- jemari kita saling terkait
And your sighs harmonize with mine ║ Dan kita selaras bernafas bersama
Unmistakably I can still feel your heart ║ Tak salah lagi, aku masih dapat merasakan jantungmu
Beat fast when you dance with me ║ Berdetak cepat ketika kau berdansa denganku
We got older and I should have known ║ Usia kita pun semakin bertambah dan aku pun harus tahu
( Do you feel alive? ) ║ ( Apakah kau merasa kau hidup? )
That I’d feel colder when I walk alone ║ Bahwa aku t’lah merasa semakin kedinginan ketika berjalan sendirian
( Oh, but you’ll survive ) ║ ( Oh, namun kau kan baik- baik saja )
So I may as well ditch my dismay ║ Demikianlah jadinya diriku seolah mengaliri ketakutanku sendiri
( Bombs away… Bombs away… ) ║ ( Bombs away sekarang lebih sering dikatakan dengan: We’re off, atau mungkin semacam ungkapan: baiklah, sudah tak apa ) ( Masalah apapun itu, yang lalu t’lah berlalu )
Circle me and the needle moves gracefully ║ Lingkarilah diriku dan jarumnya kan bergerak menunjukkan arah dengan manis
Back and forth, if my heart was a compass you’d be north ║ Jika hatiku adalah sebuah kompas, dibolak- balik sedemikian rupa, kau tetaplah sisi utaranya
Risk it all cause I’ll catch you if you fall ║ Kukorbankan seluruh jiwa- ragaku karena ku kan melindungimu jika kau terjatuh
Wherever you go, if my hearts was a house you’d be home ║ Jika hatiku adalah sebuah rumah, kemanapun kau pergi, kau kan kembali (pulang) padaku
It makes me smile because you said it best ║ Perkataanmu membuatku tersenyum karena kau berkata itulah hal yang terbaik
I would clearly feel blessed if the sun rose up from the west ║ Ku kan benar- benar merasa dirahmati jika sang mentari terbit dari arah barat
Flower balm perfume, all my clothes smell like you ║ Wewangian bunga, semua sandangku harumnya menyerupai harummu
Cause your favorite shade is navy blue ║ Karena kau senang bersandar jika kukenakan semua yang berwarna biru laut
I walk slowly when I’m on my own ║ Ku berjalan pelan pada usiaku kini
( Do you feel alive? ) ║ ( Apakah kau merasa kau hidup? )
Yeah, but frankly I still feel alone ║ Yah, namun terus terang saja aku masih merasa sepi sendirian
( Oh, but you’ll survive ) ║ ( Oh, namun kau kan baik- baik saja )
So I may as well ditch my dismay ║ Demikianlah jadinya diriku seolah mengaliri ketakutanku sendiri
( Bombs away… Bombs away… ) ║ ( Masalah apapun itu, yang lalu t’lah berlalu )
Circle me and the needle moves gracefully ║ Lingkarilah diriku dan jarumnya kan bergerak menunjuk arah dengan manis
Back and forth, if my heart was a compass you’d be north ║ Jika hatiku adalah sebuah kompas, dibolak- balik sedemikian rupa, kau tetaplah sisi utaranya
Risk it all cause I’ll catch you if you fall ║ Kukorbankan seluruh jiwa- ragaku karena ku kan melindungimu jika kau terjatuh
Wherever you go, if my hearts was a house you’d be home ║ Jika hatiku adalah sebuah rumah, kemanapun kau pergi, kau kan kembali (pulang) padaku
If my hearts was a house, you’d be home ║ Jika hatiku adalah sebuah rumah, kau kan kembali (pulang) padaku
You’re the sky that I fell through ║ Kaulah langit yang pernah kutembus
And I remember the view whenever I’m holding you ║ Dan setiap kali kuingat saat- saat dimana kugenggam dirimu
The sun hung from a string ║ Sang mentari menggantung pada sebuah tali
Looking down on the world as it warmed over everything ║ Menengok ke bawah kepada dunia sembari ia menghangatkan seluruh jagat raya
Chills run down my spine as our fingers in- twine ║ Kesejukan menelusuri tulang belakangku disaat jari- jemari kita saling terkait
And your sighs harmonize with mine ║ Dan kita selaras bernafas bersama
Unmistakably I can still feel your heart ║ Tak salah lagi, aku masih dapat merasakan jantungmu
Beat fast when you dance with me ║ Berdetak cepat ketika kau berdansa denganku
We got older and I should have known ║ Usia kita pun semakin bertambah dan aku pun harus tahu
( Do you feel alive? ) ║ ( Apakah kau merasa kau hidup? )
That I’d feel colder when I walk alone ║ Bahwa aku t’lah merasa semakin kedinginan ketika berjalan sendirian
( Oh, but you’ll survive ) ║ ( Oh, namun kau kan baik- baik saja )
So I may as well ditch my dismay ║ Demikianlah jadinya diriku seolah mengaliri ketakutanku sendiri
( Bombs away… Bombs away… ) ║ ( Bombs away sekarang lebih sering dikatakan dengan: We’re off, atau mungkin semacam ungkapan: baiklah, sudah tak apa ) ( Masalah apapun itu, yang lalu t’lah berlalu )
Circle me and the needle moves gracefully ║ Lingkarilah diriku dan jarumnya kan bergerak menunjukkan arah dengan manis
Back and forth, if my heart was a compass you’d be north ║ Jika hatiku adalah sebuah kompas, dibolak- balik sedemikian rupa, kau tetaplah sisi utaranya
Risk it all cause I’ll catch you if you fall ║ Kukorbankan seluruh jiwa- ragaku karena ku kan melindungimu jika kau terjatuh
Wherever you go, if my hearts was a house you’d be home ║ Jika hatiku adalah sebuah rumah, kemanapun kau pergi, kau kan kembali (pulang) padaku
It makes me smile because you said it best ║ Perkataanmu membuatku tersenyum karena kau berkata itulah hal yang terbaik
I would clearly feel blessed if the sun rose up from the west ║ Ku kan benar- benar merasa dirahmati jika sang mentari terbit dari arah barat
Flower balm perfume, all my clothes smell like you ║ Wewangian bunga, semua sandangku harumnya menyerupai harummu
Cause your favorite shade is navy blue ║ Karena kau senang bersandar jika kukenakan semua yang berwarna biru laut
I walk slowly when I’m on my own ║ Ku berjalan pelan pada usiaku kini
( Do you feel alive? ) ║ ( Apakah kau merasa kau hidup? )
Yeah, but frankly I still feel alone ║ Yah, namun terus terang saja aku masih merasa sepi sendirian
( Oh, but you’ll survive ) ║ ( Oh, namun kau kan baik- baik saja )
So I may as well ditch my dismay ║ Demikianlah jadinya diriku seolah mengaliri ketakutanku sendiri
( Bombs away… Bombs away… ) ║ ( Masalah apapun itu, yang lalu t’lah berlalu )
Circle me and the needle moves gracefully ║ Lingkarilah diriku dan jarumnya kan bergerak menunjuk arah dengan manis
Back and forth, if my heart was a compass you’d be north ║ Jika hatiku adalah sebuah kompas, dibolak- balik sedemikian rupa, kau tetaplah sisi utaranya
Risk it all cause I’ll catch you if you fall ║ Kukorbankan seluruh jiwa- ragaku karena ku kan melindungimu jika kau terjatuh
Wherever you go, if my hearts was a house you’d be home ║ Jika hatiku adalah sebuah rumah, kemanapun kau pergi, kau kan kembali (pulang) padaku
If my hearts was a house, you’d be home ║ Jika hatiku adalah sebuah rumah, kau kan kembali (pulang) padaku
Jumat, 25 Januari 2013
MAKALAH PANCASILA: IMPLEMENTASI NILAI - NILAI PANCASILA SEBAGAI PEMBANGUNAN MORAL FORCE DALAM LINGKUNGAN KAMPUS
IMPLEMENTASI NILAI - NILAI PANCASILA SEBAGAI PEMBANGUNAN MORAL FORCE DALAM LINGKUNGAN KAMPUS
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Pancasila
Dosen pembimbing: H.Agus Budi Santoso,SH
Kelas: 1B
Disusun oleh:
1. Nur Rokhmah Suci
2. Putri Kusumawati
3. Restu Ayu Nuryasmin
4. Rina Anggraini
5. Sarwendah Noor Aishah
6. Vita Rahayu Setyawati
Progam Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Purworejo
2012
I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pada saat ini penerapan Pancasila khususnya di lingkungan kampus mengalami degradasi. Mahasiswa sekarang cenderung lebih condong pada kehidupan hedonisme. Ini menjadi bukti bahwa penerapan nilai- nilai Pancasila di kehidupan belum mereka terapkan di kehidupan mereka.
Mahasiswa sebagai moral force (kekuatan moral yang utama) seharusnya bukan hanya menjadikan nilai- nilai Pancasila sebagai teori yang hanya didengarkan. Namun juga harus dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga dalam kehidupan di lingkungan kampus untuk mendukung tugas pokok kampus.
Oleh karena itu, perlu adanya implementasi nilai- nilai Pancasila dalam Pembangunan Moral Force di Lingkugan Kampus.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas maka dalam makalah ini kami akan membahas tentang:
Bagaimana Implementasi nilai- nilai Pancasila dalam pembangunan moral force di lingkungan kampus?
II. IMPLEMENTASI NILAI- NILAI PANCASILA SEBAGAI PEMBANGUNAN MORAL FORCE DALAM LINGKUNGAN KAMPUS
A. PENGERTIAN IMPLEMENTASI
Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky mengemukakan implementasi sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky mengemukakan bahwa implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh McLaughin. Adapun implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan.
B. NILAI
1. PENGERTIAN NILAI
Nilai adalah gagasan yang bersifat ideal dan disepakati bersama mengenai apa yang masyarakat anggap baik, benar, berharga dan diinginkan. Nilai dijadikan suatu hal yang melekat di dalam masyarakat secara turun- temurun, serta dianggap sebagai kebaikan dan kebenaran itu sendiri. Nilai merupakan sesuatu yang baik, yang diinginkan, dicita – citakan dan dianggap penting oleh warga masyarakat. Setiap masyarakat akan menjunjung tinggi nilai yang berlaku dan telah disepakati bersama dan nilai terwujud dalam kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat tertentu.
Ciri-ciri nilai :
1. Nilai merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui saling interaksi diantara para anggota masyarakat. Nilai tercipta secara sosial bukan secara biologis atau bawaan sejak lahir.
2. Nilai dipelajari. Proses belajar dan pencapaiaan nilai- nilai dimulai sejak masa kanak- kanak dalam keluarga sosialisasi.
3. Nilai memuaskan manusia dan mengambil bagian dalam usaha pemenuhan kebutuhan– kebutuhan sosial .
4. Sistem– sistem nilai bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan yang lain, sesuai dengan harga relatif yang diperlihatkan oleh setiap kebudayaan terhadap pola- pola aktivitas dan tujuan serta sasarannya. Dengan kata lain keanekaragaman budaya dengan bentuk dan fungsi yang saling berbeda, menghasilkan sistem- sistem nilai yang saling berbeda .
5. Masing- masing nilai dapat mempunyai efek yang berbeda terhadap orang perorangan dan masyarakat sebagai keseluruhan
6. Nilai- nilai dapat mempengaruhi pengembangan pribadi dalam masyarakat secara positif maupun secara negatif .
2. MACAM-MACAM NILAI :
Menurut Notonagoro nilai dibagi dalam tiga kelompok yaitu :
1) Nilai materiil, yaitu nilai yang dilihat dari hasil guna dari sesuatu seperti benda bagi manusia.
2) Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia, untuk kegiatan aktivitasnya.
3) Nilai kerohanian, yaitu segala yang bernilai bagi rohani manusia dan mengandung kebenaran, keindahan, moral dan religius.
Adapun macam– macam nilai menurut Walter G. Everret antara lain:
1. Nilai- nilai ekonomis (economic values). Nilai– nilai ini ditunjukkan dengan harga pasar dan meliputi juga semua benda–benda yang dapat dibeli. Nilai– nilai ekonomi ini merupakan nilai instrumental yang dipakai sebagai sarana untuk memperoleh nilai-nilai lain.
2. Nilai- nilai rekreasi (value of recreation). Nilai- nilai ini melipuit nilai- nilai permainan dan waktu senggang sejauh nilai- nilai tersebut memberikan sumbangan untuk memperkaya kehidupan.
3. Nilai– nilai perserikatan (values of association). Ini meliputi pelbagai bentuk perserikatan manusia, dari persahabatan kehidupan keluarga sampai dengan hubungan tingkat internasional.
4. Nilai- nilai kejasmanian (values of body). Nilai- nilai ini meliputi hal- hal yang bersangkutan dengan pemeliharaan kesehatan, effisiensi dan keindahan dari kehidupan jasmani .
5. Nilai- nilai intelektual (intelectual values), yang meliputi nilai- nilai pengetahuan dan pencarian kebenaran.
6. Nilai- nilai watak(character values). Nilai- nilai ini meliputi seluruh tantangan dan kesalehan pribadi dan sosial termasuk keadilan, kesediaan menolong, kontrol diri dan kesukaan pada kebenaran .
3. FUNGSI NILAI :
Nilai berfungsi sebagai penuntun arah dan tujuan hidup serta sebagai pedoman bertingkah laku seseorang dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kepribadiannya, dalam lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara agar tercipta kebaikan dalam harkat dan martabat.
C. NILAI –NILAI PANCASILA
1. PENGERTIAN NILAI- NILAI PANCASILA
Pancasila mengandung nilai-nilai yang penting dan berguna bagi keberlangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia. Nilai-nilai tersebut merupakan dasar negara, sistem keyakinan yang berisi konsep dan prinsip yang dianut bangsa Indonesia sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara. Sehingga nilai-nilai tersebut semestinya menjadi rujukan bersama bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan Negara, memelihara keutuhan bangsa dan melakukan perbaikan nasib bangsa.
Pancasila mengandung serangkaian nilai yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Sila- sila dalam Pancasila tidak dapat dipisahkan. Kelima nilai Pancasila tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh, dan saling menjiwai serta mendasari antar kelima nilai tersebut.
2. MAKNA NILAI- NILAI PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Merupakan pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta, seperti:
a. Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
b. Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
d. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Merupakan kesadaran sikap dan perilaku seperti:
a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
b. Saling mencintai sesama manusia.
c. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
d. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
e. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
f. Berani membela kebenaran dan keadilan.
3. Persatuan Indonesia
Merupakan usaha kea rah bersatu dalam kedaulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan serta bhineka tunggal ika dalam NKRI, seperti:
a. Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Rela berkorban demi bangsa dan negara.
c. Cinta akan Tanah Air.
d. Berbangga sebagai bagian dari Indonesia.
e. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan
Merupakan perwujudan negara yang demokrasi, suatu pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat, seperti:
a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
c. Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
d. Berembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu agar tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah dan batiniah, seperti:
a. Bersikap adil terhadap sesama.
b. Menghormati hak-hak orang lain.
c. Menolong sesama.
d. Menghargai orang lain.
e. Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.
3. FUNGSI DAN KEDUDUKAN NILAI PANCASILA
1) Nilai- Nilai Pancasila Sebagai Unsur Kepribadian Bangsa Indonesia
Nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki sifat- sifat atau ciri- ciri khusus dan merupakan watak bangsa karena unsur- unsur Pancasila telah dimiliki oleh bangsa Indonesia dan terdapat di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Nilai- nilai Pancasila sesungguhnya merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, karena bersumber pada kepribadian bangsa.
2) Nilai- Nilai Pancasila Sebagai Dasar dan Pedoman Bangsa
Nilai- nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, dasar negara dan jiwa kepribadian bangsa Indonesia. Kelima nilai- nilai Pancasila merupakan fondasi atau landasan tempat bertumpu bagi segala kegiatan baik pemerintahan maupun kemasyarakatan yang terjadi. Oleh karena itu nilai- nilai Pancasila juga berfungsi sebagai pedoman atau pegangan untuk menggerakkan dan mengarahkan bangsa Indonesia mencapai tujuannya.
D. MORAL
1. PENGERTIAN MORAL
Moral berasal dari bahasa Latin yaitu moralitas yang berarti istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lain dalam tindakan yang mempunyai nilai positif. Sedangkan kata moral berasal dari kata Latin mos yang berarti kebiasaan. Secara ekplisit moral adalah hal- hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu, tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi.
2. MACAM-MACAM MORAL
Moral dibedakan menjadi dua, yaitu moral dasar/ murni dan moral terapan. Moral dasar/ murni adalah moral yang terdapat pada setiap manusia sebagai suatu pengenjawantahan dari pancaran illahi. Moral murni disebut juga hati nurani. Moral terapan adalah moral yang didapat dari berbagai ajaran, misal dari pandangan filosofis, agama dan adat yang menguasai putaran manusia.
Sementara dalam relasi sosialnya ada moral personal dan moral sosial. Moral personal adalah sifat yang digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menjelaskan maksud perilakunya agar tidak terjadi salah paham saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Moral sosial adalah nilai kebenaran yang sesuai dengan kesucian kehidupan manusia, yaitu sifat yang secara umum diakui manusia memiliki nilai kebenaran yang tak terbantahkan.
3. FUNGSI MORAL
Pada dasarnya moral memiliki fungsi, yaitu untuk melayani manusia:
1. Sebagai batasan terhadap perbuatan dan kelakuan individu.
2. Sebagai pengingat manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat.
3. Sebagai penarik perhatian pada permasalahan- permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia.
4. Sebagai penarik perhatian manusia kepada gejala- gejala pembiasaan emosional. Misal seseorang yang memiliki moral tidak akan melanggar undang- undang atau sesuatu yang bertentangan dengan agamanya.
E. MORAL FORCE
Moral force atau kekuatan moral adalah fungsi yang utama dalam peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa dalam kehidupannya dituntut untuk dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat. Hal ini menjadi beralasan karena mahasiswa adalah bagian dari masyarakat sebagai kaum terpelajar yang memiliki keberuntungan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
Sebagai moral force mahasiswa memiliki misi untuk mengingatkan pemerintah jika pemerintah tersebut merlupakan tujuan tugas yang diembannya. Sikap yang kritis mahasiswa merupakan wujud kepedulian terhadap bangsa dan negara. Misalnya kritis tidak harus pada isu- isu nasional saja, tetapi juga terhadap isu lokal seperti permasalahan lingkungan maupun kebijakan pemerintah setempat yang merugikan rakyat.
F. KAMPUS
1. PENGERTIAN KAMPUS
Kata kampus dari bahasa Latin; campus yang berarti "lapangan luas", "tegal". Dalam pengertian modern, kampus berarti, sebuah kompleks atau daerah tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau perguruan tinggi. Bisa pula berarti sebuah cabang daripada universitas sendiri. Misalkan Universitas Muhammadiyah Purworejo di Purworejo, Indonesia.
2. FUNGSI DAN TUGAS KAMPUS
Pendidikan tinggi sebagai institusi dalam masyarakat bukanlah merupakan menara gading yang jauh dari kepentingan masyarakat melainkan senantiasa mengemban dan mengabdi kepada masyarakat.
Menurut PP.No.Th.1999, bahwa perguruan tinggi memiliki tiga tugas pokok yang disebut Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi :
1. Pendidikan Tinggi
Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi memiliki tugas sebagai dharma yang pertama yaitu melaksanakan pendidikan untuk menyiapkan, membentuk dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Maka tugas pendidikan tinggi adalah :
a. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian.
b. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengupayakan penggunanya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Oleh karena itu pendidikan tinggi harus menghasilkan, ilmuwan, intelektual serta pakar yang bermoral Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Penelitian
Adalah suatu kegiatan telaah yang taat kaidah, bersifat objektif dalam upaya untuk menemukan kebenaran atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian. Sebagaimana yang terkandung dalam Pancasila bahwa intelektual haruslah bermoral Ketuhanan dan kemanusiaan. Dasar– dasar nilai yang terkandung inilah yang menjiwai moral peneliti, sehingga suatu penelitian harus bersifat objektif dan ilmiah. Seorang peneliti harus berpegangan pada moral kejujuran yang bersumber pada Ketuhana Yang Maha Esa. Selain asas kemanfaatan penelitian haruslah demi kesejahteraan umat manusia.
3. Pengabdian kepada masyarakat
Perguruan tinggi sebagai lembaga masyarakat, senantiasa mengembangkan kegiatannya demi kepentingan masyarakat. Berdasarkan penjelasan Pasal 3 ayat 1 PP.60 Th.1999, yang dimaksud dengan pengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat. Dalam pengertian inilah maka aktualisasi kegitan pengabdian kepada masyarakat, sebenarnya merupakan suatu aktualisasi kegiatan masyarakat ilmiah perguruan tinggi yang dijiwai oleh nilai- nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan, sebagaimana terkandung dalam Pancasila.
G. IMPLEMENTASI NILAI- NILAI PANCASILA SEBAGAI PEMBANGUNAN MORAL FORCE DALAM LINGKUNGAN KAMPUS
Unsur jiwa manusia meliputi aspek akal, rasa, dan kehendak. Sebagai mahasiswa yang mempunyai rasa intelektual yang besar kita dapat memanfaatkan fasilitas kampus untuk mencapai tujuan bersama. Pembangunan yang merupakan realisasi praksis dalam Kampus untuk mencapai tujuan seluruh mahasiswa harus mendasarkan pada hakikat manusia sebagai subyek pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Oleh karena itu hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pembangunan pengembangan kampus itu sendiri.
Implementasi nilai- nilai Pancasila dapat diterapkan dengan cara berikut, seperti yang sudah ada di Universitas Muhammadiyah Purworejo:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
· Adanya sholat berjamaah di masjid kampus
· Buka bersama dan sholat tarawih bersama pada bulan Ramadhan
· Peringatan hari raya
· Adanya organisasi- organisasi dalam bidang keagamaan
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
· Setiap mahasiswa di UMP mempunyai hak yang sama di lingkungan kampus
· Tidak membedakan latar belakang suku, ras, dan agama
3. Persatuan Indonesia
· Organisasi- organisasi yang ada di kampus UMP berelasi dengan organisasi- organisasi dari kampus lain dan lingkungan masyarakat.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijakanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan
· Selalu dilakukan musyawarah terlebih dahulu sebelum menetapkan kebijakan di lingkungan kampus
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
· Semua peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak kampus berlaku untuk semua warga kampus dan apabila ada yang melanggar ,hukuman berlaku untuk si pelanggar tanpa pandang bulu.
III. PENUTUP
A. KESIMPULAN
Untuk menerapakan nilai– nilai Pancasila sebagai moral force di lingkungan kampus selain dengan mendapatkan materi pendidikan Pancasila di lingkungan kampus, mahasiswa sebagai moral force (kekuatan moral utama) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dianjurkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat positif dan mengandung pelaksanaan nilai-nilai Pancasila. Seperti mengikuti organisasi– organisasi, melaksanakan shalat berjamaah di kampus, membiasakan budaya untuk bermusyawarah agar mencapai kesepakatan bersama dan tercipata rasa keadilan, menjauhi kehidupan hedonisme dan harus membiasakan menerapkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh pihak kampus dan menyikapi suatu permasalahan dengan bijak. Serta untuk mendorong mahasiswa melaksankan nilai-nilai Pancasila, semua pihak kampus juga harus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari –hari.
B. SARAN
1. Untuk mahasiswa: Selain menerapkan nilai- nilai Pancasila dengan kegiatan- kegiatan di dalam kampus mahasiswa juga harus bisa menerapkan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran mahasiswa sebagai moral force seharusnya dilakukan dengan baik. Mahasiswa sebagai kaum dengan intelektual yang lebih tinggi daripada masyarakat pada umumnya seharusnya lebih kritis terhadap masalah- masalah nasional karena fungsinya sebagai pengontrol pemerintahan.
2. Untuk masyarakat: Masyarakat seharusnya lebih mendukung kegiatan- kegiatan mahasiswa dalam fungsinya sebagai moral force. Karena sebenarnya masyarakat lebih dominan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.
3. Untuk pemerintah: Seharusnya pemerintah juga harus senantiasa menjalin hubungan dan kerja sama dengan menerima aspirasi rakyat khususnya mahasiswa sebagai moral force bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Kaelan, Ms. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta. Paradigma Jogja. 2010.
Sutono, Drs. Mengenal Filsafat Pancasila II. PT Hanindita Graha Widya. Yogyakarta. 1988.
Ahmadi Abu, Drs., H., dkk. Sosiologi dan Antropologi. CV Ramadhani. Solo.1986.
http://rumoehlensa.wordpress.com/2009/01/11/mahasiswa-sebagai-moral-force/
http://edukasi.kompasiana.com/2012/08/09/peran-moral-politik-pemuda-mahasiswa/
http://alfin1991.blogspot.com/2011/05/implementasi-pancasila-sebagai.html
http://nenu666.blogspot.com/2011/12/moral-force-pancasila.html
http://research.amikom.ac.id/index.php/DTI/article/view/5584
http://jokodwiprastowo.student.umm.ac.id/2010/08/10/peran-mahasiswa-sebagai-moral-force/
http://blogallimalai.blogspot.com/2011/07/fungsi-nilai.html?m=1
satuduniadalamilmu.blogspot.com
Jumat, 04 Januari 2013
Contoh Proposal Penelitian
Sebelumnya ini adalah tugas akhir semester pertama kami yang dibuat agak mendadak, mungkin terjadi kesalahan disana- sini. Setidaknya semoga sedikit membantu teman- teman.
PROPOSAL PENELITIAN
FAKTOR PENYEBAB SISWA GAGAL DALAM UJIAN NASIONAL
Proposal ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok akhir semester mata kuliah Filsafat Ilmu
Disusun oleh:
1. Nurhidayati Ali
2. Sarwendah Noor Aishah
3. Susi Widiastuti
A. Latar Belakang Masalah
Tingkat ketidaklulusan siswa dalam Ujian Nasional dari jenjang SD, SMP dan SMA dari tahun ke tahun secara keseluruhan semakin meningkat. Sangat disayangkan bahwa Ujian Nasional yang notabenenya sebagai program pemerintah untuk evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran. Upaya-upaya dalam peningkatannya tidaklah sebanding dengan hasilnya. Pemerintah pun dinilai hanya mengerjakan perbaikan dalam proses dan prosedur Ujian Nasional saja. Seperti memperketat penjagaan kerahasiaan soal, meningkatkan kinerja pengawas ujian untuk mencegah tindakan-tindakan kecurangan dan lain-lainya. Padahal yang sebagai objek dalam hal ini adalah para para peserta ujian itu sendiri. Oleh karena itu tujuan penyusunan proposal ini adalah untuk membantu pemerintah dalam upaya-upaya peningkatan pendidikan secara langsung terhadap faktor-faktor penyebab ketidaklulusan siswa dalam Ujian Nasional. Sehingga diharapkan untuk selanjutnya pendidikan di Indonesia dapat mengalami perbaikan dari segala aspek.
B. Rumusan Masalah
1. Faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab siswa gagal dalam Ujian Nasional?
2. Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kelulusan siswa?
3. Bagaimana upaya pemerintah dalam meningkatkan kelulusan siswa?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya-upaya peningkatan pendidikan secara langsung terhadap faktor-faktor penyebab ketidaklulusan siswa dalam Ujian Nasional sehingga diharapkan untuk selanjutnya pendidikan di Indonesia dapat mengalami perbaikan dari segala apek. Serta untuk para pendidik dapat menciptakan inovasi dalam proses mengajar dan mengajar serta memahami kelemahan tiap siswa- siswanya agar meningkatkan kinerja para pendidik dalam mentransfer ilmu kepada siswa- siswanya tersebut.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, pembaca, maupun pihak- pihak lain yang berkepentingan.
1. Manfaat akademis
Penelitian ini erat hubungannya dengan mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan, oleh karena itu diharapkan penulis, pembaca dan semua pihak yang kerkepentingan dapat lebih memahaminya.
2. Manfaat dalam implementasi atau praktik
Penelitian ini memfokuskan siswa atau peserta ujian sebagai objek penelitian, sehingga diharapkan pemerintah maupun penyelenggara pendidikan di Indonesia dan pihak yang berkepentingan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan pembuatan kebijakan dan program- program yang bermanfaat untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
3. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi dan tantangan bagi para calon pendidik khususnya untuk mahasiswa Fakultas Ilmu dan Keguruan Universitas Purworejo guna di masa yang akan datang untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia.
E. Tinjauan Pustaka
1. UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003
Definisi evaluasi pendidikan menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.
Adapun hak dan kewajiban orang tua menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003:
1) Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya.
2) Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya.
Hak dan kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003:
a) Pasal 10
Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b) Pasal 11
1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.
2) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun.
Tugas pendidik dan tenaga kependidikan menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003:
1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
2) Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
Pengelolaan pendidikan menurut UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 pasal 50:
1) Pengelolaan sistem pendidikan nasional merupakan tanggung jawab menteri.
2) Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional.
3) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.
4) Pemerintah daerah provinsi melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan, pengembangan tenaga kependidikan, dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah.
5) Pemerintah kabupaten/kota mengelola pendidikan dasar dan pendidikan menengah, serta satuan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal. Perguruan tinggi menentukan kebijakan dan memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan di lembaganya.
6) Ketentuan mengenai pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
2. Prestasi Akademik
Soemanto dalam Sahputra (2009) menyatakan faktor yang mempengaruhi prestasi dan tingkah laku individu adalah:
a. Konsep diri
Pikiran atau persepsi individu tentang dirinya sendiri, merupakan faktor yang penting mempengaruhi prestasi dan tingkah laku individu.
b. Locus of Control
Dimana individu merasa melihat hubungan antara tingkah laku dan akibatnya, apakah dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. Locus of control mempunyai dua dimensi, yakni dimensi eksternal dan dimensi internal. Dimensi eksternal akan menganggap bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada di luar diri pelaku. Sedangkan dimensi internal melihat bahwa tanggung jawab sebagai perbuatan berada pada diri si pelaku. Individu yang memiliki locus of control eksternal memiliki kegelisahan, kecurigaan, dan rasa permusuhan. Sedangkan individu yang memiliki locus of control internal suka bekerja sendiri dan efektif.
c. Kecemasan yang dialami
Kecemasan merupakan gambaran emosional yang dikaitkan dengan ketakutan. Dimana dalam proses belajar mengajar, individu memiliki derajat dan jenis kegelisahan yang berbeda.
d. Motivasi belajar
Jika motivasi individu untuk berhasil lebih kuat daripada motivasi untuk tidak gagal, maka individu akan segera merinci kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Sebaliknya, jika motivasi individu untuk tidak gagal lebih kuat, individu akan mencari soal yang lebih mudah atau lebih sukar.
F. Metode Penelitian
Penelitian Deskriptif ialah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi sekarang. Penelitian deskriptip memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut.
Instrumen pengumpul data
F. Metode Penelitian
Penelitian Deskriptif ialah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi sekarang. Penelitian deskriptip memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut.
Instrumen pengumpul data
Dalam metode deskriptif Instrumen pengumpul data yang biasa digunakan adalah: Pedoman Wawancara untuk Wawancara.
Teknik Pengolahan data
Tabulasi data, Tabelling dan Analisis Tabel.
Bentuk kesimpulan akhir
Akumulasi data dasar dalam cara deskriptif.
Teknik Pengolahan data
Tabulasi data, Tabelling dan Analisis Tabel.
Bentuk kesimpulan akhir
Akumulasi data dasar dalam cara deskriptif.
Minggu, 23 Desember 2012
"Can't Take It In" - Ost Narnia: The Lion, The Witch and The Wardrobe
By: Imogen Heap
I'm wide awake
Every hair on my body
Has got a thing for this place
Oh, empty my heart
I've got to make room for this feeling
It's so much bigger than me
"Tak Bisa Lebih Indah Dari Ini"
Tak bisa ku menutup mata
Aku benar- benar tak dapat tertidur
Setiap helai rambutku
Mendapati sesuatu karena keadaan ini
Oh, kosongkanlah hatiku!
Aku t’lah membuat ruang untuk perasaan ini
Ruang yang lebih besar dibandingkan diriku sendiri
I can't take it in
Ruang yang tak bisa lebih indah lagi
Weightless in love...unraveling
For all that's to come
And all that's ever been
We're back to the board
With every shade under the sun
Let's make it a good one
Omong kosong tentang cinta... sesuatu yang tak kuketahui
Sebab itulah cinta datang
Dan sebab itulah cinta selalu terjadi
Dahulu kita kembali menjalaninya
Dengan segala naungan dibawah teriknya mentari
Biarkan cinta kita menjadi cinta yang indah
More that I wonder
More than I ever needed
Woahhhhhh
More that I wonder
Oooooohhhhhh
Lebih dari yang kubayangkan
Lebih dari yang pernah kuinginkan
Lebih dari yang kubayangkan
Jumat, 30 November 2012
Konstilasi Bintang Biduk - Sebuah Analogi
Terbentang jarak, bertahun- tahun cahaya. Itu pun belum terhitung bagaimana keadaan atmosfer di bumiku: Bagian statosfer terselubung mendung pekat.
Walau begitu, pernah kulihat kau bersinar terang, membuatku tak berkutik. Namun aku tak yakin kau benar- benar tahu tentang keberadaanku. Kukira kau bahagia saat ini. Dan itu yang membuatku sangat gila! Kusangka aku menangis karena kau bersama kebahagiaanmu. Tapi aku salah. Aku terharu, Tuhan sangatlah baik.
Kutahu biduk belum benar- benar padam. Aku pun masih berharap diberi kesempatan. Aku merasakanmu hadir. Namun pada saat itu juga bidukku menghilang. Apakah gugusannya telah hancur melebur bersama diriku?
Dan aku melihatmu, lagi. Benar- benar nyata. Jelmaan yang kuimpikan. Aku lebih tahu bahwa kau melihatku, ini diriku, disini. Sayangnya kau, sekali lagi, mengacuhkanku saat orbitmu dalam jarak terdekat dari bumiku.
/ 27-01-12/ 04-02-12/ 27-07-12/ 14-08-12/
Walau begitu, pernah kulihat kau bersinar terang, membuatku tak berkutik. Namun aku tak yakin kau benar- benar tahu tentang keberadaanku. Kukira kau bahagia saat ini. Dan itu yang membuatku sangat gila! Kusangka aku menangis karena kau bersama kebahagiaanmu. Tapi aku salah. Aku terharu, Tuhan sangatlah baik.
Kutahu biduk belum benar- benar padam. Aku pun masih berharap diberi kesempatan. Aku merasakanmu hadir. Namun pada saat itu juga bidukku menghilang. Apakah gugusannya telah hancur melebur bersama diriku?
Dan aku melihatmu, lagi. Benar- benar nyata. Jelmaan yang kuimpikan. Aku lebih tahu bahwa kau melihatku, ini diriku, disini. Sayangnya kau, sekali lagi, mengacuhkanku saat orbitmu dalam jarak terdekat dari bumiku.
Ingin kusampaikan kusangat merindukanmu. Tak sampai berdaya memandangmu dari sini. Inilah kita, kau bintang dengan sinarnya dan aku manusia biasa, yang masing- masing dari kita tak mampu mengungkapkan penderitaan ataupun kebahagiaannya.
/ 27-01-12/ 04-02-12/ 27-07-12/ 14-08-12/
Jumat, 23 November 2012
Dialah Mimpi
Jutaan kata, ratusan bahasa tak pernah ada yang kuingat sepatah pun. Kutemukan kau disini. Menterjemahkan sebuah senyuman kecil lalu menyematkannya jauh ke dalam diriku. Hanya denganmu, bersamamu, aku terus membisu.Tak pernah ada ungkapan ataupun sebuah sapaan. Kutahu kami tak pernah bisa memahami apa yang terucap oleh bibir dan yang terdengar oleh telinga. Disanalah suara- suara bisikan dari hati menggoda dan membawaku berlari bersamanya.
Bukit- bukit dan ilalang tertinggal, sebuah ladang stoberi menyeruakkan aroma musim panas. Seiring hembusannya, kakiku terus menari bersama langkahnya. Semakin jauh dan kami temukan gubuk tua lalu membuat sebuah ayunan ban dengan sepotong tali panjang yang dapat kami letakkan pada ranting pohon terkuat, hingga mengumpulkan reranting pohon yang berserakan untuk sebuah api unggun malamnya.
Dan ketika hari semakin gelap, dia merapatkan tubuhku padanya. Bersama menyaksikan terbenamnya mentari, melewati saat- saat yang takkan pernah dapat kami lupakan.
Mungking aku tak mengerti bagaimana semua ini dapat terjadi. Tanpa sepatah kata dan kode, dia membuatku bahagia bersamanya dan dia tawarkan itu 'tuk sepanjang hidupku.
Hingga malam menggeser peradaban, aku terbuai, terpesona pada tatapannya, matanya yang biru sebening safir memantulkan gelora api unggun kami. Ia mengayunkan tubuhku, berdansa, menari sampai kuterlelap.
Kutahu dia 'kan lakukan apapun agar gadisnya bahagia, menjadikannya yang terindah dalam kisah klasik ini tanpa menyembunyikan sekedar rahasia dan tanpa harus merasa takut menjadi semakin tua.
Dialah seseorang yang hanya kutemukan dalam pikiranku. Selalu. Dialah mimpi.
Inspirasi by: McFly - No Worries
Langganan:
Postingan (Atom)

